PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasca hebohnya kabar mengenai intimidasi yang dilakukan dua guru  SMP 7 Arut Selatan (Arsel)  yang berinisial RN dan AY yang merupakan pengurus kantin sekolah  terhadap dua siswanya yaitu JD (13 tahun) dan seorang rekannya, lantaran keduanya menemukan adanya bakso berbelatung sekitar 2 bulan lalu, akhirnya Kepala Sekolah (Kepsek) SMP 7 Gerry Yunida angkat bicara mengklarifikasi permasalahan tersebut.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/10/2018) ia sendiri mengakui bahwa apa yang dilaporkan oleh kedua siswanya tersebut pada pengurus kantin sekolah memang benar.

"Permasalahan yang terjadi pada bulan Agustus 2018 ini sebenarnya sudah clear. Pedagang bakso yang berjualan di kantin tersebut juga telah kami tegur dan diberikan pembinaan mengenai kebersihan dan kehigienisan makana bersama perwakilan pihak puskesmas," jelas Gerry.

Bahkan, lanjut Gerry, bukan hanya kantin penjual bakso itu saja yang mendapatkan pembinaan tersebut.

"Total 10 pedagang yang berjualan di kantin sekolah juga mendapatkan pembinaan yang sama, agar permasalahan ini tidak lagi terulang dimasa yang akan datang," jelas Gerry.

--page

Saat ditanyakan bagaimana upaya pihak sekolah agar tidak ada lagi terjadi intimidasi terhadap murid yang melaporkan adanya permasalahan terkait hidangan di kantin dan didalam sekolah, Gerry menjawab semua pihak yang terkait dalam masalah tersebut sudah dipanggil walaupun dalam waktu yang tidak bersamaan.

"Sebenarnya saat masalah ini memcuat 

hari Jumat (19/10/2018) saya masih diluar kota untuk keperluan dinas. Nah Senin (22/10/2018) dua guru tersebut sudah kami panggil untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut," jelas Gerry.

Hasilnya, lanjut Gerry, dua guru tersebut mengaku tidak melakukan intimidasi dan marah-marah pada dua siswa tersebut.

"Saya rasa hal ini adalah salah paham saja. Karena penerimaan seseorang atas kata-kata yang kita sampaikan tentunya berbeda-beda. Menurut keterangan kedua guru tersebut , mereka mengaku hanya menanyakan kepada dua siswa terkait penenuan bakso berbelatung. Mungkin dua siswa tersebut menganggap kata-kata yang disampaikan kepada mereka adalah bentuk intimidasi. Namun sekali lagi saya katakan berdasarkan keterangan kedua guru tersebut, mereka hanya menanyakan saja," jelas Gerry.

Kemudian, lanjut Gerry, ia juga telah melakukan pembicaraan dengan  orangtua siswa yang anaknya terkait masalah ini.

--page

"Intinya orangtua siswa tersebut juga telah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Ia juga berharap agar permasalahan ini tidak sampai membuat mental anaknya menjadi down saat di sekolah. Kami juga menyambut baik harapan orangtua siawa tersebut," jelas Gerry. (KRIDA/B-5)