BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Palangka Raya Andrie Elia menyebut kampus yang saat ini dia ia pimpin kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Keluhan Andrie ini dia sampaikan saat menjadi moderator kuliah umum 'Membangun Kembali Kejayaan Maritim Bangsa Indonesia di Aula UPR, Rabu (24/10/2018), dengan mengundang salah satu tim percepatan pembangunan provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Laksamana TNI (purn) Prof Dr. Marsetio sebagai pembicara.
"Universitas Palangka Raya ini sudah banyak fasilitasnya berumur tua, seperti kursinya kami masih ada yang menggunakan dari bahan kayu, papan tulis masih memakai alat spidol dan terlihat sudah sangat buram," ujar Andrie.
"Berbeda dengan universitas lain yang sudah beberapa kali mendapat program dan bantuan baik dari Pemerintah maupun Kementerian," lanjut Rektor.
Dengan adanya kuliah umum yang mengundang salah satu tim percepatan pembangunan Provinsi Kalteng, Rektor UPR yang baru saja terpilih ini berharap kampus tertua di Palangka Raya tersebut mendapat perhatian khusus.
--page
Dia juga berjanji, selama memimpin UPR akan memperjuangkan hak mahasiswa sehingga secara langsung membantu pemerintah Kalteng mencerdaskan bangsa. (GAZALI/B-5)








