TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kardinal, mengungkapkan, baru 20% desa yang tertib administrasi.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Desa Tahun 2017 dan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Desa Tahun 2018, di GPU Mantawara, Tamiang Layang, Rabu (24/10/2018).

"20 persen tersebut hasil dari pendampingan BPK saat melakukan pemeriksaan. Dengan mengambil sampel 10 desa secara acak dari 101 desa, hanya 4 desa yang benar-benar tertib administrasi," kata Kardinal.

Semenetara itu, selama pelaksanaan pembangunan desa tahun 2017, secara umum dinyatakan berjalan dengan baik terkait penggunaan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

"Secara umum pelaksanaan pembangunan di setiap desa berjalan dengan baik dan sesuai harapan," kata dia.

--page

Sementara Itu, Bupati Bartim Ampera AY Mebas, mengatakan dana desa sangatlah sentral dalam kehadirannya untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.

"Kegiatan ini dinilai penting dilakulan untuk meningkatkan kesadaran bersama, bahwa dana desa memang penting untuk menunjang percepatan pembangunan," kata Ampera.

Terkait itu, Ampera menekankan, penggunaan DD maupun ADD wajib diiringi pertanggungjawanban yang sesuai administrasi atau perundang-undangan yang berlaku.

"Ke depan, agar dalam pertanggungjawaban dana desa lebih baik. Sehingga tepat sasaran dan administrasi," pesan Ampera. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-11)