BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Najmi Fuadi mengkritik sejumlah kabupaten yang menurunkan atlet nasional di Porprov Kalteng 2018.
Hal itu karena ajang tersebut untuk membina dan memberikan jam terbang pada atlet asli daerah agar bisa lebih baik ke depannya.
"Atlet yang sudah berpartisipasi di Asean Games harusnya bukan level lagi turun di Porprov. Sehingga hal itu tentunya menghina diri sediri, jika mereka merasa," ujar Najmi, Kamis (25/10/2018).
Seharunya dajang Porprov 2018 ini untuk mencari generasi atlet lain. Sehingga nantinya tidak habis sampai disatu atau dua orang atlet saja, namun menyeluruh dan makin banyak lagi atlet asal Kalteng ini berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan adanya hal itu, tentunya sangat mengganggu bagi para atlet di Kotim ini. Karena mereka yang masih pemula harus bersaing dengan atlet yang sudah kelasnya bukan lagi nasional, namun internasional.
--page
"Harusnya hal seperti itu diperhatikan oleh pihak penyelenggara, sehingga kemajuan olahraga di Kalteng ini bisa lebih berprestasi lagi," ungkapnya.
Harapan Najmi ke depannya hal seperti itu kembali diperhatikan lagi oleh penyelenggara. Karena ajang Porprov ini bukan hanya sebuah prestasi yang dicari, namun juga mengembangkan atlet daerah agar berjaya di nasional bahkan internasional. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








