BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Kadir mendorong pemerintah daerah menggalakan kegiatan UMKM dan salah satunya melalui pengarajin rotan.
Kadir mengatakan saat ini kondisi harga rotan jauh terpuruk, dengan adanya serapan dari tingkat lokal diharapkan memperbaiki harga komoditas turun temurun tersebut.
Dia sepakat agar pemerintah daerah dalam proyek pengadaan meubeler lebih mengedepankan kepada pemberdayaan terhadap UMKM.
"Artinya kursi, meja dan lemari yang dibeli melalui proyek pengadaan hendaknya membeli hasil dari usaha masyarakat, salah satunya pengrajin rotan ini," katanya, Kamis (25/10/2018).
Kadir menyebutkan Kabupaten Katingan salah satu kebijakan pemerintah daerahnya harus ditiru. Di mana setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan untuk membeli produk lokal.
--page
Di Katingan, kepala daerahnya menginstruksikan kepada semua PNS dan OPD untuk membeli hasil kerajinan lokal, karena kerajinan lokal merupakan sebuah kebanggaan bagi mereka.
"Maka dari itu pemerintah harus memberdayakan mereka pengarajin itu untuk menghasilan produk jadi dan siap pakai," tukasnya.
Para pengrajin rotan di Kotim lanjut dia hendaknya diberikan wadah oleh pemerintah daerah karena di situ mereka bisa berkarya untuk memproduksi kerajinan dari rotan. Termasuk pemasarannya juga harus dibantu oleh pemerintah daerah secara langsung.
“Jangan sampai nanti beli kursi, meja, dari produk luar, pemerintah supaya jadi contoh membeli produk lokal, misal kursi rotan, meja rotan dan peralatan lainnya," pungkasnya. (NACO/B-6)








