BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara akan kembali membangun Pasar Pendopo yang terbakar beberapa waktu lalu di Jalan Panglima Batur Muara Teweh.
Untuk membangun pasar tersebut dipastikan menelan anggaran sangat besar. Sementara APBD kabupaten belum ada, sehingga alternatif lain adalah pada pemerintah pusat.
Pelaksanaan pembangunan didaerah ini tidak semata-mata mengandalkan pendanaan dari APBD kabupaten, Pemkab Barito Utara juga tetap mengupayakan mencari alternatif lain untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah ini.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Barito Utara, Muhlis mengatakan pembangunan kembali Pasar Pendopo yang direncanakan dua lantai tersebut diperkirakan menelan anggaran kurang lebih Rp67 miliar.
“Saat ini Pemkab Barito Utara telah mencari alternatif dengan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain, kita saat ini sedang mempertimbangkan dan mengupayakan untuk melakukan pinjaman dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang menerima penugasan dari pemerintah pusat untuk melakukan penyediaan pembiayaan infrastruktur daerah,” kata Muhlis, Kamis (25/10/2018).
--page
Muhlis menjelaskan perusahaan ini khusus membiayai masalah infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan produktivitas tinggi seperti pasar. Sedangkan pinjaman tergantung kesanggupan pemerintah daerah.
Anggaran pinjaman untuk pembangunan pasar tersebut pada tahun pertama pemerintah hanya bayar bunga saja.
Sedangkan tahun berikutnya dibayar pokok pinjaman sekaligus bunga. Dikatakannya, bangunan pasar pendopo nantinya memang secara tradisional, akan tetapi pengelolaannya dilakukan secara modern.
“Jadi konsep awal memang dibangun tradisional, tapi kita kelola secara baik dan tentu saja mengikuti perkembangan jaman. Pembangunan Pasar Pendopo dua lantai ini nantinya lokasi parkir kendaraan berada dilantai atas. Hal ini untuk panataan agar pasar jangan terlihat semeraut. Kita berharap pemerintah pusat menyetujui pinjaman yang kita ajukan maka tahun depan pembangunan Pasar Pendopo akan dimulai," pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)








