BORNEONEWS, Pulang Pisau - Operasi dan pemeliharaan merupakan muara terakhir proses pembangunan di bidang pekerjaan umum atau dengan istilah sltlakom (survei, investigasi, desain, line aquaseason, opemsion, maintenance).
Dari situ, dijelaskan, operasi dan pemeliharaan menjadi hal penting setelah pembangunan prasarana infrastruktur selesai dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan, Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Nurul Edy saat membacakan arahan tertulis Gubernur Kalimantan, Sugianto Sabran pada rapat teknis operasi dan pemeliharaan sumber daya air se-Kalteng tahun 2018 di Pulang Pisau, Kamis (25/10/2018).
Nurul Edy mengatakan Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai luasan 153.364 km2 dengan sarana dan prasarana sumber daya air yang telah dibangun seperti jaringan irigasi, jaringan rawa, penyediaan air baku, sarana pengendali banjir, waduk, embung, sungai dan pantai.
Semua proses pembangunan tersebut dilaksanakan pemerintah, baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.
--page
Diharapkan, infrastruktur yang dibangun ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan berkesinambungan melalui operasi serta pemeliharaan. (JAMES DONNY/B-11)








