BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Terbakarnya tempat penggilingan padi milik Saripudin (36) yang terletak di Jalan Lintas Trans Kalimantan Km 10,9 Handil Jamjaman Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak pada Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 04.00 WIB diduga berasal dari mesin penggilingan.
Hal itu diungkapkan Kapolsek Pulau Petak, Iptu Catur Winarno bahwa berdasarkan keterangan saksi bernama Ipin yang melihat awal kejadian, api diduga berasal dari konsleting di atas mesin penggerak penggilingan padi tersebut.
"Keterangan saksi Ipin, saat itu sudah dengan kondisi api yang membesar sehingga meminta bantuan terhadap warga lainnya untuk memadamkan api," ungkap Ipda Catur kepada wartawan, Jumat (26/10/2018) siang.
Namun, dengan keterbatasan peralatan, membuat api cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan yang terbuat dari kayu tersebut sehingga menghanguskan sedikitnya 20 ton gabah dan 10 ton beras.
"Hingga akhirnya tim pemadam gabungan dari Kapuas tiba sehingga berhasil memadamkan api," ucapnya.
--page
Atas kejadian tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. Sedangkan untuk penyebab pastinya saat ini kepolisian setempat masih melakukan proses penyelidikan dan telah dipasangi garis polisi di lokasi kejadian.
"Masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk penyebabnya," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-2)








