BONEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Korawaringin Timur H Ary Dewar mengungkapkan harga tertinggi tandan buah segar saat ini dipetani mencapai Rp 500 per kilogram. Atau Rp 500 ribu per tonnya. Kondisi ini bisa membuat petani putus asa.
"Biaya habis untuk pupuk dan upah buruhnya saja. Jadi, sedikit sekali yang bisa dihasilkan petani," kata Ary Dewar, Jumat (26/10/2018).
Dalam 1 hektare lahan, setiap bulannya bisa dilakukan dua kali panen dengan berat maksimal 1 ton. Itupun kalau kondisi buah normal. Sementara jika dihitung-hitung dengan kondisi sekarang usaha masyarakat tentang sawit tidak memberi jaminan. Sebab, petani tidak bisa menutupi biaya perawatan.
"Jadi harus ada usaha lain lagi untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Jika tidak petani akan terus terpuruk. Apalagi kondisi ini terjadi sudah beberapa bulan ini," kata anggota Komisi I DPRD Kotim tersebut.
Kondiai ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya petani sawit yang tersebar di Kotim cukup banyak. Dari data, jumlahnya ada sekitar 5.000 petani sawit.
--page
"Kalikan saja jika rata-rata mereka memiliki tanggungan anak dan istri berapa orang yang menjerit sampai saat ini," ucap Ary Dewar.
Ary mendesak agar pemerintah kabupaten bersikap dengan melakukan intervensi harga agar kondisi ini tidak berkepanjangan. (NACO/B-11)








