BORNEOWS, Sampit - Murahnya harga sawit di kalangan petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), perusahaan mengeluarkan berbagai alasan. Itu dikatakan anggota Komisi D DPRD Kotim, Syahbana.
Syahbana menyebut, persoalan murahnya harga ini lantaran pabrik kelapa sawit banyak tidak menerima hasil buah petani. Alasannya perusahaan juga sudah kewalahan dalam mengolah buah hasil kebun perusahaan itu sendiri. Apabila ditambah dengan hasil masyarakat maka pabrik sudah tidak menampung lagi.
"Sehingga perusahaan mau beli dengan harga murah yaitu di kisaran Rp700-850 per kilogram jika terima di pabrik, “kata Syahbana, Sabtu (27/10/2018).
Dengan alasan demikian, lanjut pria yang juga anggota DPRD Kotim dari fraksi Nasdem itu oknum perusahaan bisa menekan harga semurah-murah mungkin.
Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi petani daripada buah dibawa pulang dan mebusuk, maka dijual saja dengan harga seadanya, meski modal tidak kembali.
--page
Menurut dia oknum perusahaan banyak tingkah dalam menerima hasil kebun warga, kadang ketika petani mengantar buah ke perusahaan mengantri lama hingga berhari-hari masuk pabrik.
"Ketika sudah tiba giliran ada-ada saja alasan tidak menerima, kadang alasannya buahnya sudah tidak segar dan sudah lama," pungkasnya
Padahal alasan itu kata dia sangat tidak masuk akal. Akibatnya dengan berbagai alasan itu harga sawit petani terus dibeli dengan murah. (NACO/B-5)








