MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Muara Teweh, Agus Surjanto, mengatakan bahwa sistem pembayaran billing diterapkan untuk menekan kesalahan dalam membaca meteran air.

Sistem itu, kata Agus, telah digunakan di PDAM Unit Kandui, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara. Bahkan, sebagian besar masyarakat Kandui sudah menggunakan sistem tersebut.

Selain untuk menakan kesalahan, sistem billing juga diterapkan supaya petugas pembaca meter air tidak hanya duduk di belakang meja, apalagi hanya bermain-main saat bekerja.

Intinya sistem itu diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. PDAM sejauh ini telah mengganti 285 unit water meter di Unit Kandui.

Agus Surjanto juga memberikan kesempatan kepada para pelanggan di Unit Kandui untuk melaporkan kepada PDAM Muara Teweh jika ada keluhan.

--page

“Saya sampaikan kepada para pelanggan di Kandui, kalau kurang puas bisa datang ke PDAM Pusat di Muara Teweh,” ungkapnya, Minggu (28/10/2018).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Kandui mengeluh lantaran rekening PDAM mereka tiba-tiba membengkak di atas tarif biasanya. Warga menduga manajemen PDAM menaikkan tarif secara sepihak. (RAMADANI/B-3)