MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Berdasarkan hasil pertemuan Camat Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin Surapati, dengan manajamen PDAM Unit Kandui, ternyata tidak ada kenaikkan tarif air. Yang berubah hanya cara pencatatan water meter atau meter air.

Syahmiludin mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir tidak ada kenaikan tarif air di PDAM Unit Kandui. Hanya, sejak sebulan terakhir, sistem pencatatan PDAM menggunakan foto dari ponsel android pada meteran air.

“Kalau selama ini penentuan tarif diambil rata-rata, sekarang disesuaikan dengan penggunaan setiap pelanggan,” ujarnya, Minggu (28/10/2018).

Syahmil--sapaan akrab Camat Kandui--menuturkan bahwa pembengkakan pembayaran rekening air pelanggan PDAM Unit Kandui terjadi karena ada pelanggan mengisi air ke kolam ikan dan membiarkannya mengalir terus-menerus. Padahal air tidak lagi digunakan.

“Hal-hal seperti itu harus dihentikan kalau tidak ingin tagihan rekening PDAM-nya membengkak,” ucap dia.

--page

Kini, kata Syahmiludin yang pernah menjabat sebagai Sekretaris KPU Barito Utara, meteran air di rumah pelanggan sudah diganti dengan meteran pencatat baru.

Setiap saat sesuai dengan waktu pencatatan, petugas akan datang untuk memotret angka pada meteran air. Karena tidak lagi menggunakan cara manual.

“Hasil foto meter air langsung dikirim ke PDAM Pusat di Muara Teweh.”

Terkait sistem pencatatan baru itu, Syahmiludin menyarankan pihak PDAM segera menyosialisasikan kepada masyarakat, khususnya pelanggan. Camat dan kepala Desa Kandui siap memfasilitasi sosialisasi tersebut.

“Saran saya PDAM segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (RAMADANI/B-3)