BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekertaris DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Tantan mengaku prihatin atas kejadian operasi tangkap tangan (OTT) anggota dewan oleh KPK di Jakarta.
Namun saat ditanya tanggapan kasus suap limbah di Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan? Tantan enggan berkomentar.
"Saya no coment saja kalau urusan ini, yang penting saya tetap menjalankan tugas sesuai aturan dan itu urusan komisi yang bersangkutan saja," ujarnya, Senin (29/10/2018).
"Tentunya saya sangat prihatin dengan kejadian ini (OTT)," singkatnya. Rencananya KPK akan melalukan penggeledahan di gedung DPRD pasca menetapkan ketua dan sekertaris serta dua anggota Komisi B DPRD Kalteng. (GAZALI/B-6)








