BORNEONEWS, Sampit - Kenakalan remaja di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi momok menakutkan. Sebab sering terjadi tawuran antar kalangan remaja di kota Sampit, terutama diwilayah Kecamatan Baamang.
Hal yang negatif seperti ini harus ditekan. Salah satu cara efektif adalah dengan memberikan kegiatan positif kepada remaja. Peran orangtua dalam mengawasi pergaulan anaknya sehari-hari pun dinilai sangat ampuh.
"Kenakalan remaja bisa ditekan dengan cara memberikan kegiatan-kegiatan positif pada waktu luang. Pengawasan orangtua terhadap anaknya juga sangat berperan penting. Kegiatan anak harus selalu diawasi, jangan sampai mengarah ke hal negatif," ucap Kasatbinmas Polres Kotim IPTU Guntur RW mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Senin (29/10/2018).
Polisi balok dua ini menerangkan, tindakan tersebut harus dilakukan untuk menjaga generasi muda agar tidak terlibat kenakalan remaja. Untuk orangtua yang memiliki anak masih sekolah harus aktif mengawasi dan mendidik. Jangan sampai hanya berharap pada pihak sekolah.
Sebab, di luar jam dan ruang lingkup sekolah, semua merupakan tanggungjawab orangtua masing-masing. Sementara untuk orangtua yang anaknya sudah tidak bersekolah atau putus sekolah diharapkan lebih ekstra dalam melakukan pengawasan.
--page
Semua anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan agama karena agama mengajarkan dan membentuk karakter anak untuk ketahanan diri dan keluarga agar tidak mudah terjerumus ke jalan yang salah.
Selalu taat dan menghormati orangtua, guru dan semua orang yang ada di lingkungan sekitarnya merupakan orangtua kedua setelah orangtua di dalam keluarga. Karena itu merupakan kunci utama dari awal kesuksesan seseorang.
"Jika sudah dibekali ilmu pengetahuan agama dan sifat yang hormat terhadap sesama, Insya Allah anak tidak akan terjerumus ke dalam pergaulan yang salah, termasuk tidak akan menggunakan narkotika jenis apa pun," tutur Guntur. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








