BORNEONEWS, Sampit - Di zaman yang serba modern dan juga canggih seperti saat ini, sudah selayaknya daerah atau masyarakat membuka matanya untuk cerdas dalam memilih pemimpin yang lebih inovatif, kreatif, bahkan berjiwa besar. Dengan adanya hal itu, sudah selayaknya pemuda mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pemimpin daerah.
Tentunya sudah banyak bukti nyata ketika seorang pemuda terjun dan berani menjadi seorang pemimpin. Dimana banyak trobosan yang bisa diberikan untuk daerah guna lebih maju di zaman saat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kotawaringin Timur (Kotim) Risikon Febiansyah, dimana dirinya mencontohkan sosok Supian Hadi, sebagai Bupati Kotim. Dengan latar belakang pemuda, dirinya dapat membuktikan dengan terobosan kebijakan yang baik selama memimpin daerah ini.
"Supian adalah sosok yang dapat menjadi panutan pemuda, karena sudah mampu membuktikan pesatnya kemajuan pembangunan di Kotim ini," ujar Riskon atau yang dikenal dengan Eko, Senin (29/10/2018).
Selama dirinya memimpin, banyak pembangunan di Kotim yang berdampak langsung dengan masyarakat. Seperti halnya jalan-jalan penyambung antarkecamatan dan desa di Kotim ini.
--page
"Hal itu hanya sedikit yang bisa digambarkan, karena masih banyak lagi trobosan lain dari Supian," ungkap Riskon.
Kesuksesan Supian sebagai pemimpin dengan terobosan-terobosan kebijakan yang diambil, tentunya tidak terlepas dari ketepatan kecerdasan dirinya sebagai seorang pemuda yang patut dicontoh. Sehingga hal ini harusnya menjadi panutan bagi pemuda lainnya.
Dengan adanya hal tersebut, sudah saatnya pemerintah, anggota legislatif, dan masyarakat mempercayai sosok seorang pemuda untuk menjadi pemimpin. Bahkan sudah seharusnya para pemuda dilibatkan pada momen-momen akbar di Kotim ini.
Namun hal tersebut nampaknya belum terlaksana di daerah ini. Hal itu nampak terlihat pada saat pelaksanaan peringatan hari sumpah pemuda ke-90 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dilaksanakan di Kotim. Dimana kegiatan tersebut dilaksanakan cukup meriah.
Tetapi kemeriahan acara sakral pemuda itu tidak serta merta menjadi bagian positif dari eksistensi pemuda Kotim, khususnya organisasi kepemudaan (OKP) di daerah ini.
--page
Sebagian besar OKP tidak dilibatkan dalam pesta sakral para pemuda tersebut. Hampir Semua OKP tidak dilibatkan, termasuk AMPI, bahkan KNPI sendiri pun hanya sebagai pelengkap bumbu dalam pesta besar para pemuda tersebut.
"Mungkin karena kue ulang tahunnya sudah dibuat dan tak ingin terlalu merepotkan para pemuda sehingga tidak dilibatkannya pihak pemuda di Kotim ini," ucap Riskon.
Namun hal itu tak bisa menyurutkan semangat pihaknya, kaum muda untuk sekedar hadir dan ambil bagian dalam suksesi hari yang dianggap sakral yaitu Sumpah Pemuda. Karena OKP sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa diibaratkan seorang anak, dan pemerintah daerah dalam tatanan bernegara bisa diibaratkan orang tua.
"Adalah sebuah kewajaran ketika seorang anak mengingatkan orang tuanya sendiri ketika orang tuanya alpa, karena saya yakin seyakin-yakinnya, tak ada orang tua di dunia ini yang tega menelantarkan dan melupakan anaknya. Dan betapa senang dan bangganya orang tua ketika melihat anaknya sukses dan bisa menjadi pemimpin yang teladan seperti orang tuanya," terang Riskon.
Dengan adanya hal itu, dirinya sangat berharap agar pemuda di Kotim ini dilibatkan dalam berbagai kegiatan sakral dan lainnya. Karena pemuda harus memiliki wadah untuk mencari ilmu dan tentunya sebagai modal dirinya dimasa yang akan datang. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








