BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Bupati Eddy Raya Samsuri meminta maaf kepada masyarakat karena APBD-P 2018 Barito Selatan ditolak oleh Gubernur Kalimantan Tengah.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat karena keterlambatan maka APBD-P ditolak oleh Gubernur,” kata Eddy Raya Samsuri kepada Borneonews, Senin (29/10/2018).

Ia mengatakan, dengan ditolaknya APBD Perubahan 2018 ini maka harus memperketat anggaran terutama untuk perjalanan dinas dan dana tidak berguna agar bisa hemat.

Sesuai instruksi menteri, lanjut dia, karena terlambat dalam pembahasan dan penetapan kesepakatan bersama terkait APBD-P pada 28 September maka dikembalikan atau ditolak.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita agar ke depannya tidak terulang lagi,” ucap dia.

Menurutnya, apabila APBD murni 2019 nanti terlambat dari pihak eksekutif maka gaji akan dipotong selama enam bulan. Begitu juga jika legislatif terlambat.

--page

Ia berharap dengan ditolaknya APBD-P seluruh perangkat daerah bisa menyesuaikan anggaran anggaran serta menyusun APBD murni 2019 dengan tepat waktu. (URIUTU DJAPER/B-2)