MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan akhir fraksi pendukung DPRD Kabupaten Barito Utara terhadap raperda pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, Senin (29/10/2018), sempat tertunda lantaran listrik padam.

Saat paripurna baru berlangsung beberapa menit, tiba-tiba listrik padam hingga membuat ruang rapat menjadi gelap.

Anggota DPRD Barito Utara Hasrat pun angkat bicara terkait peristiwa itu. Ia mengatakan, pemadaman listrik tentunya membuat pelaksanaan paripurna terganggu. Sebab sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN.

Padalah, kata Hasrat, tidak ada hujan atau angin, bahkan cuaca di Kota Muara Teweh dan sekitarnya sedang cerah. Namun mengapa pemadaman terjadi?

Menurutnya, pemadaman serupa juga sering dirasakan masyarakat, khususnya warga Jingah, Kecamatan Teweh Baru. Di daerah itu sering terjadi pemadaman listrik tiba-tiba. “Bahkan dalam seminggu ada dua kali padam,” ungkapnya.

--page

Masyarakat, lanjut dia, hanya meminta pelayanan yang terbaik dari PLN. Karena masyarakat selalu membayar. Bahkan walau kena denda tetap dibayar.

Namun, bila seperti ini artinya PLN tidak dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kami ingin kepala PLN diganti,” cetusnya. (RAMADANI/B-3)