SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun memertanyakan hasil cek lapangan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotim, terkait kematian massal ikan di Sungai Seranau dan Buluh Tibung, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang.

Rimbun mengatakan, pascakematian ikan massal itu, instansi tersebut juga turun ke lapangan. Namun sampai kini, hasil pengecekannya tak kunjung disampaikan ke publik.

"Dinas Lingkungan Hidup sudah menyampaikan hasil laboratorium. Nah, yang Dinas Perikanan Kotim belum," kata Rimbun, Senin (29/10/2018).

Jangan sampai masalah itu lanjut dia menguap begitu saja. Sehingga, jadi ajang permainan oknum yang tidak bertanggung jawab

Rimbun mengaitkan dengan operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK menguak kalau masalah pencemaran ini. Hal itu seakan menunjukkan persoalan ini, dijadikan ladang untuk melakukan tindak pidana korupsi.

--page

"Dibeberkan tidak ada pencemaran tapi di belakang ada permainan. Ini yang tidak kita inginkan," tegas Rimbun.

Penyebab kematian ikan mati di Sungai Seranau, Sebabi harus diungkap. Jangan sampai persoalan seperti ini selalu putus di tengah jalan. (NACO/B-11)