BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kinerja PT Minamas Plantation pada tahun ini masih positif di tengah menurunnya harga minyak kelapa sawit di pasar global.
Anak usaha Sime Darby Plantation asal Malaysia ini mencatat kenaikan produksi crude palm oil (CPO) 10% pada periode Juli hingga September 2018.
"Produksi CPO Minamas periode ini mencapai 246.920 metrik ton (MT)," kata Head Plantation Sustainability & Quality Management PT Minamas Plantation, Mohamad Pirabaharan Abdullah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Produksi tersebut, menurut Pribaharan, berasal dari produksi Tandan Buah Segar (TBS) perkebunan inti dan plasma yang mencapai sebesar 918.941 MT.
"Kenaikan produksi TBS dan CPO tahun ini terjadi karena cuaca yang mulai normal," papar dia.
--page
Saat ini, lanjut Pribaharan, pihaknya terus menggenjot produksi TBS maupun CPO sampai akhir 2018 hingga di pertengahan 2019.
"Meskipun produksi naik, produksi TBS Minamas baru 75% dari total area perkebunan yang sudah ditanam seluas 201.422 hektare (ha)," ujar Pribanharan.
Sebagai perbandingan, pada periode 2017–2018, Minamas mencatat produksi TBS sebesar 2,47 juta ton. Angka ini di bawah target yang mereka tetapkan yakni 2,6 juta ton.
Sementara produksi CPO mencapai sekitar 530.000 ton dari target 600.000 ton.
Untuk meningkatkan produksi TBS dan CPO, Minamas telah meremajakan 7% dari luas lahan yang tertanam dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan pada 2018, Minamas sudah meremajakan kebun sawit hingga 14.000 ha. (NEDELYA RAMADHANI/m)








