BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Palangka Raya yang merupakan sekolah panggung di Kelurahan Mendawai, Palangka Raya ini berdiri di daerah yang sejak dulu sudah menjadi langganan banjir.
Selain itu, Kepala SDN 14 Palangka Normalina mengatakan, jika lahan tempat SD itu berdiri dulunya merupakan timbunan sampah.
“Dulunya di sini merupakan timbunan sampah sebelum dijadikan sekolah seperti ini. Jadi kalau sampah ini dikeruk, dibersihkan, mungkin sekolah juga bisa terimbas, karena pondasi bangunannya di atas timbunan sampah,” kata Kepala SDN 14 Palangka Raya, Normalina, Rabu (31/10/2018).
Kalau musim ghujan datang, sekolah tersebut sudah pasti terendam banjir. Hal itupun akan menggangu proses belajar mengajar di sekolah.
“Kalau air sudah tinggi, murid kelas 1 dan 2 kami pulangkan, karena para siswa itu biasanya suka main-main di genangan banjir itu, jadi biar lebih mudah menjaga para murid, mereka akan sekolah dirumah dan para guru yang datang kesana untuk mengajar. Dan kalau memang sudah parah, sekolah akan kami liburkan,” kata Normalina.
--page
Lebih jauh Normalina mengatakan jika, Selama 8 tahun dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, belum pernah merasakan bantuan pemerintah.
“Pemerintah hadir kalau di sini sudah tergenang banjir. Kalau pun hadir belum ada bantuan yang benar-benar dirasa bagi sekolah, hanya memberikan imbauan kepada sekolah untuk lebih menjaga para murid,” imbuh Normalina.
Pihak sekolah sudah pernah mengajukan bantuan dinas terkait untuk melakukan perbaikan namun hingga kini belum ada tanggapan lebih lanjut akan permintaan SD tersebut. (AGUS/B-5)








