BORNEONEWS, Sampit - Dalam waktu dekat Kabupaten Kotawaringin Timur akan melaksanakan agenda rutin tahunan tradisi Mandi Safar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotim Fahrurrahman mengatakan, kegiatan itu akan dilaksanakan pada 7 November 2018 dipusatkan di komplek Ikon Jelawat Pelabuhan Sampit.
"Acara akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB," kata Fajrurrahman, Rabu (31/10/2018).
Menurut Fajrurrahman, Mandi Safar merupakan tradisi turun temurun masyarakat pesisir yang mendiami Sungai Mentaya. Dinamakan Mandi Safar karena kegiatan itu dilakukan pada 7 November 2018 hari Arba Mustamir atau hari Rabu terakhir pada bulan Safar atau bulan kedua dalam kalender Hijriyah.
Menurut kepercayaan masyarakat, dengan melakukan Mandi Safar akan menyucikan tubuh sekaligus jiwa dari sifat atau watak jahat, dengki, hasut, fitnah atau adu domba dan sifat jahat lainnya serta untuk menghilangkan sial.
--page
Masyarakat yang mengikuti Mandi Safar telah membekali diri dengan dain Sawang yang diikat dileher atau pinggang. Sebelumnya daun itu dirajah oleh alim ulama atau tokoh adat dengan maksud agar orang yang melakukan mandi terjaga keselamatannya dan terhindar dari segala gangguan, baik dari gangguan binatang maupun makhluk halus. (NACO/B-2)








