BORNEONEWS, Muara Teweh– Di balik kegembiraan Pemerintah Kabupaten Barito Utara karena memiliki pasokan listrik terbesar di Kalimantan Tengah, terdapat beban yang mesti ditanggung.
Beban itu yakni menyalurkan pasokan listrik ke seluruh desa di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Untuk itu saya atas nama kepala daerah bersama wakil bupati dan sekda, terus mengusulkan agar seluruh desa di Kabupaten Barito Utara teraliri listrik 24 jam kepada pihak PLN,” ungkap Bupati Barito Utara Nadalsyah saat peluncuran listrik desa di Desa Sangkorang, Kecamatan Gunung Timang, Rabu (1/10/2018).
Acara itu turut dihadiri manajemen PLN Kuala Kapuas dan PLN Rayon Muara Teweh.
Bupati dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa Kecamatan Gunung Purei baru-baru ini telah dipasang spanduk untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Sebab sudah beberapa tahun mereka menginginkan listrik. Namun sampai saat ini belum juga terealisasi.
--page
"Saat ini juga saya kembali mengusulkan kepada manajemen PLN yang hadir pada acara ini supaya bisa menyampaikan unek-unek dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara agar nantinya pada 2019 Kecamatan Gunung Purei dapat teraliri listrik."
“Karena berdasarakan temu rembug bersama warga Gunung Purei bahwa ada tekanan dari masyarakat untuk listrik kepada pemerintah dan PLN Rayon Muara Teweh. Di mana kepala ULP PLN Rayon Muara Teweh memberikan keterangan bahwa pada 2019 sudah akan dimulai proses listrik yang ada di Kecamatan Gunung Purei. Diharapkan ini dapat terwujud walau bagaimana nanti prosesnya, yang penting sudah dijanjikan agar terealisasi,” ujar Nadalsyah.
Bupati yang akrab disapa H Koyem itu juga menyampaikan, pada 2019 diharapkan nantinya pemasangan jaringan listrik dapat dilakukan di ibu kota kecamatan terlebih dahulu, baru dialirkan ke desa di sekitarnya.
“Hal ini agar pemerintah daerah dan PLN bisa menunjukkan komitmen bersama ini terealisasi,” kata Koyem. (RAMADANI/B-3)








