MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Asisten Setda Barito Utara Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendero Nakalelo, secara resmi membuka Festival Tandak Intan Kaharingan di Gedung Balai Antang, Kota Muara Teweh, Rabu (31/10/2018).

Untuk pelaksanaan lomba akan dipusatkan di Balai Induk Hindu Kaharingan, Jalan Taluk Mayang, Muara Teweh.

Pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara Tuaini Ismail, Ketua Lembaga Tandak Intan Kaharingan, dan peserta dari sembilan kecamatan.

“Atas nama pemerintah daerah maupun pribadi, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang sudah melaksanakan acara Tandak Intan Kaharingan. Di mana hasil dari kegiatan ini nanti akan diikutkan pada kegiatan tingkat Provinsi Kalteng yang diselenggarakan di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur,” kata Hendro Nakalelo.

Festival Tandak Intan Kaharingan merupakan sarana untuk lebih memaknai ajaran beragagama serta mendekatkan diri kepada Ranying Hatala Langit (Tuhan bagi umat Hindu Kaharingan).

--page

“Untuk itu saya berharap Festival Tandak Intan Kaharingan tahun ini dapat memberikan nilai-nilai spritual yang lebih tinggi kepada kita dalam rangka meningkatkan keminanan kepada Tuhan Yang  Maha Esa,” katanya.

"Melalui Festival Tandak Intan Kaharingan ini, mari kita renungkan kembali hakikat kehidupan di dunia ini. Seraya memohon petunjuk dan dan bimbingannya, semoga kedamaian sebagai buah dari persatuan dan kesatuan di antara kita. Mari kita bangun bersama daerah yang kita cintai ini dengan semangat persatuan, kerukunan intern, dan antara umat beragama dan pemerintah."

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Tandak Intan Kaharingan Hano, mengatakan bahwa even tahun ini diikuti 432 peserta.

Terkait penampungan peserta, panitia menggunakan asrama putra-putri Hindu Kaharingan di Jalan Taluk Mayang.

“Festival Tandak Intan Kaharingan ini ada sembilan kategori yang diperlombakan,” kata Hano.

--page

Tujuan dari kegiatan ini untuk menambah dan memberi pengetahuan ilmu keagamaan bagi umat Hindu Kaharingan, terutama anak-anak dan remaja. Sehingga mereka lebih memahami dan mendekatkan diri kepada Ranying Hatala Langit atau Tuhan Yang Maha Esa. (RAMADANI/B-3)