PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas- Setelah sebelumnya Ketua Pengurus Cabang Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kapuas, A Subriansyah, meminta ketua KONI nantinya bukan berlatar belakang pejabat publik, kini permintaan serupa juga disuarakan seorang warga yang cukup dikenal publik Kapuas, yakni Junaedi Gaol.

Junaedi meminta pucuk pimpinan KONI yang baru setelah pengunduran Bob Dwi Cipta, tidak diisi orang titipan dan bukan dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

"Kita ingin agar dunia olahraga dikelola oleh manjemen profesional. Kita minta bukan titipan-titipan, bukan hadiah. Kita berharap Pemkab Kapuas jangan lakukan intervensi," ungkap Junaedi di Kuala Kapuas, Rabu (31/10/2018).

Kemudian, terkait informasi ada ASN yang juga berniat mencalon, Junaedi meminta yang bersangkutan bersikap profesional dengan tugasnya.

"Pegawai sudah terikat tugas. Untuk kemajuan olahraga harus diurus oleh orang yang siap siang dan malam, ASN tidak usah ikut campur," ujarnya.

--page

Larangan rangkap jabatan kepala daerah atau wakil kepala daerah, pejabat publik, anggota DPRD, DPR RI, maupun PNS/ASN dikepengurusan KONI, juga dipertegas dengan surat edaran Mendagri Nomor: 800/2398/SJ tertanggal 26 Juni 2011.

Selain itu, Junaedi juga menyatakan siap maju menjadi calon ketua KONI Kapuas, dengan tujuan memajukan olahraga di Kabupaten Kapuas. "Kita siap untuk memajukan olahraga di Kabupaten Kapuas," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-3)