BORNEONEWS, Puruk Cahu - Murung Raya (Mura) pada tahun 2018 ini menjadi salah satu daerah tempat pelaksanaan Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III yang merupakan program kerja sama antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.
Masuknya program Pamsimas III ke Mura ditandai dengan digelarnya acara sosialisasi yang dilaksanakan Pengelola Program Provinsi Kalteng dan dibuka Plt. Sekda, Ir. Nyarutono Tunjan, di Aula Bapelitbangda setempat, lusa kemarin.
Peserta yang hadir terdiri dari Pokja AMPL, DPMU, Pakem, Camat dan Kepala Desa yang wilayahnya dillaksanakan program Pamsimas III.
Pengelola Program Provinsi Kalteng Elva Damayanti menyebutkan, Pamsimas dilaksanakan sejak 2016 di Kalteng, yang merupakan sebuah instrumen pelaksanaan agenda nasional terkait peningkatan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.
Pamsimas dilatarbelakangi meningkatnya jumlah masyarakat yang kurang terlayani khususnya yang berpenghasilan rendah terkait akses air minum dan sanitasi sehingga perlu dilaksanakan program ini untuk memenuhi kebutuhan akan hal tersebut.
--page
Dijelaskan untuk Kalteng, semula ada sebanyak 9 kabupaten yang mengajukan ke Kementerian PU dan pada tahun 2018 ini ada penambaan 3 Kabupaten, termasuk Kabupaten Mura.
Kedepan program Pamsimas dapat dilaksanakan dengan bentuk komitmen dukungan, tidak hanya dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, namun juga dukungan anggaran dan peran serta aktif pihak Kabupaten hingga Desa nantinya.
“Karena keberhasilan progra ini tidak hanya terkait tersedianya anggaran, namun juga partisipasi masyarakat, karena Pamsimas bukan berupa proyek namun program yang membutuhkan kerja secara gotong royong dan bersama sama, karena berbasis masyarakat,” tuturnya.
Plt Sekda Mura dalam sambutannya saat membuka mengatakan memang merupakan hak dasar mmasyarakat untuk dapat mengakses air minum bersih yang layak, namun selama ini tentu akses tersebut banyak yang tidak dirasakan.
“Akses air minum dan sanitasi harus terpenuhi, baik secara kuantitas, kwalitas, berkelanjutan, saat ini banyak masyarakat masih belum merasakan. Dengan program ini diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut” katannya. (TRISNO/B-5)








