BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan tes kompetensi dasar (TKD) peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilaksanakan pada Rabu (7/11/2018) mendatang. Ada tiga materi yang harus dikerjakan oleh para peserta.
"Berdasarkan Permen PAN dan RB Nomor 22 Tahun 2018 tentang penerimaan mahasiswa-mahasiswi/taruna-taruni sekolah kedinasan pada kementrian/lembaga, maka ada tiga materi yang harus dikerjakan oleh peserta CPNS tersebut," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim Alang Arianto, Kamis (1/10/2018).
Tiga materi yang masuk dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) atau TKD tersebut yakni, tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).
Tes wawasan kebangsaan meliputi empat pilar kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. NKRI meliput sistem tata negara Indonesia, sejarah pejuangan bangsa, peran bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan juga Bahasa Indonesia.
Sedangkan tes intelegensia umum meliputi kemampuan menyampaikan informasi lisan dan tulis, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis (penalaran secara runtut dan sistematis), serta kemampuan berpikir analitis (mengurangi permasalahan secara sistematis).
--page
Sementara, tes karakteristik pribadi yakni integritas diri, semangat berprestasi, kreativitas dan inovasi, orientasi pada pelayanan, orientasi pada orang lain, kemampuan beradaptasi, kemampuan pengendalian diri, kemampuan bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, kemampuan bekerjasama dengan kelompok, serta yang terakhir yakni kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.
"Jadi itulah tes yang harus dikerjakan oleh para peserta dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT), yang mana pengorasiannya hanya menggunakan tetikus (mouse) untuk memilih jawaban yang benar," terang Alang.
Saat ini BKD terus mempersiapkan pelaksanaan tes tersebut. Ada 100 komputer yang disiapkan. Sehingga para peserta secara bergantian untuk mengerjakan TKD tersebut.
"Jadi yang bisa dipakai untuk peserta hanya 95 komputer saja, lima lainnya untuk persiapan jika ada kendala pada saat tes nantinya," ungkap Alang. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








