KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Warga Desa Bangun Harja Trans Unit 2, Kabupaten Seruyan mengeluhkan bakteri tanah yang menyerang tanaman pisang kepok.

"Kami dipusingkan dengan bakteri tanah yang menyerang tanaman pisang. Imbasnya, terjadi gagal panen dan petani merugi," kata Kepala Desa Bangun Harja, Mahmud Hasani, Kamis (1/11/2018)

Semenetara itu, harga pisang kepok saat ini memang mengalami penaikan. Dari Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Tetapi pasokan justru sedikit, karena wawrga mengalami gagal panen.

"Kita sudah sampaikan hal ini ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Seruyan. Yang langsung datang mengambil sample tanaman dan tanah," pungkas Hassani.

Dia berharap, persoalan ini bisa ditemukan solusinya. Sehingga produksi pisang kepok bisa sesuai harapan. (FARIZAN IFTIKAR/B-11)