PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Borneonews- Robohnya satu tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt yang terletak di Jalan Mahir Mahar arah Kalampangan pada Jumat (2/11/2018) dinihari, menyebabkan aliran listrik di Kota Palangka Raya padam.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng M Yusfiansyah mengatakan, dampak dari peristiwa itu menyebabkan Sistem Interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terputus.

Beberapa Gardu Induk (GI) yakni GI Palangka Raya, GI Kasongan, GI Sampit, dan GI Bagendang padam. Sehingga suplai listrik ke pelanggan terputus.

"Suplai listrik untuk wilayah tersebut mengalami kehilangan daya sebesar 63 Mega Watt," ungkap Yusfiansyah.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa upaya pemulihan yang dilakukan PLN Kalselteng adalah dengan mendirikan tower darurat sebagai pengganti SUTT 150 kV yang roboh.

--page

"Saat ini petugas kami sedang dalam tahap proses mobilisasi material ke lokasi," katanya.

Selama Sistem Interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terputus, suplai listrik untuk Kota Palangka Raya dan sekitarnya mengandalkan PLTD Kahayan dan PLTD Baamang dengan total daya 17,5 MW. Sehingga rencana akan dilakulan pemadaman bergilir.

"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar upaya kami dalam mendirikan tower darurat dapat berjalan lancar. Sehingga suplai listrik ke pelanggan di Kalimantan Tengah kembali normal," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-3)