BORNEONEWS, Puruk Cahu - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya (Mura) segera membentuk Birgade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) sebagai bentuk komitmen memerangi Karhutla.
Menurut Kepala DLH Mura Ir. Pujo Sarwono, Brigade Dalkarhutla akan diisi masyarakat setempat yang telah dilakukan proses perekrutan hingga pelatihan.
Anggota Brigade Dalkarhutla ditugaskan di 10 kecamatan termasuk di ibukota kabupaten sebagai posko yang bertugas melakukan partoli dan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan potensi Karhutla apabila terjadi di tempat tugasnya.
"Kita akan segera lakukan perekrutan anggota Brigade Dalkarhutla, di setiap Kecamatan. Kita rekrut masyarakat setempat dan juga akan diberikan pelatihan khusus,” kata Pujo.
Status anggota Brigade Dalkarhutla bukanlah tenaga honorer kontrak, namun untuk operasionalnya akan mendapat bantuan setiap kali melakukan penanggulangan dan pencegahan Karhutla di lapangan.
Hal itu nantinya harus diperjelas, karena khawatir masyarakat salah mengira bahwa anggota Brigade Dalkarhutla merupakan honorer kontrak Pemerintah, sebenarnya statusnya khusus anggota Birgade dan tugasnya juga khusus.
Terkait dengan fasilitas, Pujo menerangkan saat ini Pemerintah Mura melalui DLH telah menyiapkan sarana berupa 55 unit sepeda motor jenis trail, dua unit mobil doble cabin dan dua unit mobil pengangkut air yang nanti akan digunakan Birgade Dalkarhutla.
Dimana rencananya sebanyak 10 Kecamatan akan masing masing mendapatkan lima unit kendaraan bermotor roda dua untuk operasional, dan untuk mobil akan disiagakan di ibu kota Kabupaten.
Terkait keberadaan kendaraan operasional tersebut, Pujo menegaskan bukan kendaraan operasional sifatnya perorangan, namun untuk stand by di pokso Dalkarhutla sehingga tidak boleh dibawa pulang atau keperluan pribadi.
“Semua nanti akan disiapkan terkait operasional Brigade Dalkarhutla, melalui DLH dan seluruhnya didukung penuh oleh Bupati Mura. Ini menjawab tantangan akan pentingnya peran bersama untuk mencegah Karhutla yang memiliki dampak negatif cukup besar di masyarakat apabila terjadi,” tuturnya. (TRISNO/B-5)








