PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah (Kalteng)  menggelar pelatihan praktek pemasangan dan pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKD) kepada peserta pelatihan Contraceptive Tecnologi Update (CTU) dan 15  bidan, serta  mengkampanyekannya kepada masyarakat, Sabtu (3/11/2018).

Kepala Bidang Adpin BKKBN Kalteng, Dison SH mengatakan, IUD adalah alat kontrasepsi yang sangat baik dan efektif karena tidak mengandung hormon yang bercampur dengan darah sehingga bagus untuk kesehatan ibu.

"Di samping itu, hargannya juga murah, praktis  dan kemampuan untuk mencegah kehamilan sangat tinggi," ujarnya

"Penanggalan pemakaian kontrasepsi IUD merupakan kebijalan nasional dalam rangka pencapaian program KB untuk mewujudkan SDM yang potensial," lanjutnya.

Dia menjelaskan, saat ini minat masyarakat Kalteng untuk menggunakan kontrasepsi IUD masih tergolong rendah dan lebih tertarik menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti implant, suntikan dan pil.

--page

"Akibatnya, angka drop out cukup tinggi," singkat dia.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini menjadi momentum kampanye pemakaian kontrasepsi IUD kepada masyarakat dan membantu pemerintah mewujudkan cita-cita Kalteng Berkah. (GAZALI/m)