SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur H Rudianur menegaskan, permasalahan bahan bakar minyak yang terus menuai keluhan di kalangam masyarakat merupakan masalah klasik yang seakan sulit dituntaskan.

Bahkan, menurut dia, pihak terkait seakan tidak berdaya mengatasi masalah itu. Ia menduga ada pihak yang bekerjasama dengan para pelangsir sehingga mengakibatkan kesulitan bagi para sopir yang benar-benat memerlukan BBM, baik itu solar maupun premium.

"Kami mendesak pemerintah daerah turun tangan. Mana tim dulu yang dibentuk? Cari tahu apa masalahnya agar jangan terjadi seperti ini," tukas politisi Partai Golkar tersebut, Sabtu (9/11/2018)

Rudi mengatakan, belakangan ini dampak dari sulitnya mendapatkan BBM sangat besar. Tidak hanya berpengaruh pada para sopir saja, namun juga berakibat pada terganggunya arus lalu lintas.

Kendaraan banyak yang parkir sembarangan di bahu atau badan jalan sehingga tidak sedikit masyarakat mengeluhkannya karena mengganggu arus lalu lintas kendaraan umum.

--page

"Semua pihak harus bersikap, termasuk Pertamina harus mengawasi jangan sampai ada oknum SPBU yang bermain," tandasnya.(NACO/m)