BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga Kota Palangka Raya harus menerima pemadaman listrik bergilir dengan hanya sekitar tiga jam kesempatan masing-masing menikmati nyala listrik. Warga mendoakan agar pemulihan oleh Perusahaan Listrik Negara lekas selesai.
Satu Tower Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt yang berlokasi di Jalan Mahir Mahar arah Kalampangan Kota Palangka Raya roboh, Jumat (2/11/2018) pukul 00.28 WIB,
"Semoga pekerjaan para petugas PLN lekas selesai sehingga listrik kita cepat pulih," kata Indu Ferry, warga Jalan Tingang, Sabtu (3/11/2018).
Manager Komunikasi, Unit Induk Wilayah Kalselteng M Yusfiansyah mengatakan bahwa dampak dari musibah tersebut menyebabkan Sistem Interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terputus. Beberapa Gardu Induk (GI) yakni GI Palangka Raya, GI Kasongan, GI Sampit dan GI Bagendang padam sehingga suplai listrik ke pelanggan saat ini terputus. Suplai listrik untuk wilayah tersebut mengalami kehilangan daya sebesar 63 Mega Watt (MW).
"Upaya pemulihan yang dilakukan PLN Kalselteng adalah dengan mendirikan Tower Darurat yang akan digunakan sebagai pengganti SUTT 150 kV yang roboh. Saat ini petugas kami sedang dalam tahap proses mobilisasi material ke lokasi," kata Yusfiansyah.
--page
Sementara Sistem Interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terputus, suplai listrik untuk Kota Palangka Raya dan sekitarnya mengandalkan PLTD Kahayan dan PLTD Baamang dengan total daya 17,5 MW.
"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar upaya kami dalam mendirikan Tower Darurat dapat berjalan lancar sehingga suplai listrik ke pelanggan di Kalimantan Tengah kembali normal. Untuk update informasi selanjutnya akan kami informasikan pada kesempatan pertama," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/m)








