BORNEONEWS, Sampit - Di tengah situasi saat ini yang penuh berita bohong, para ulama yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jangan sampai menjadi salah satu propokator ditengah masyarakat.
"Saya berpesan agar ulama jangan sampai menjadi provokator, karena hal tersebut akan menjadikan situasi daerah tidak kondusif," ujar Tuan Guru KH Murjani dari Kandangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) saat memberikan tausiah pada Doa Bersama Untuk Negri, di Masjid Nurul Iman, Sampit, Sabtu (3/11/2018) malam.
Ia berharap agar para ulama, baik itu kiai, ustaz, maupun tuang guru bisa menjadi penenang dan penengah di masyarakat. Jangan sampai isu tidak baik maupun lainnya menyebar dan menjadikan fitnah bagi sesama warga hingga bergejolak.
"Ulama adalah pendingin hati yang panas, dan harus selalu menjadi pendamai bagi masyarakat," kata Murjani.
Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin Sampit Ustaz Ahmad Rayan Zihdi Abrar dalam ceramahnya juga berpesan kepada masyarakat di Kotim agar selalu menciptakan situasi damai dan tentram. Jauhi penyebaran hoax ataupun isu sara yang dapat memecah belah.
--page
"Jaga keamanan dan kenyamanan masyarakat kita di daerah ini. Jangan sampai menyebarkan isu SARA yang dapat memecah belah, karena semua itu adalah tugas kita menjaganya," ungkap Rayan. (MUHAMMAD HAMIM/m)








