PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berpijak dari materi Pidato Pengantar Wali Kota Palangka Raya tentang Pengantar Nota Keuangan Dan Rancangan APBD Kota Palangka Raya tahun anggaran 2019, Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kota Palangka Raya menyatakan persetujuannya.

"Struktur anggaran yang disampaikan wali kota dalam pidato pengantar itu menyebutkan pendapatan Rp1, 133 triliun lebih, belanja sebesar Rp1,161 triliun lebih, pembiayaan netto Rp27,2 miliar lebih. Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan menyetujui hal tersebut," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Palangka Raya, Vina Panduwinata, Senin (5/11/2018).

Meski mengaku setuju, Vina menyatakan ada pertanyaan-pertanyaan dari fraksinya. Salah satunya ialah pada segi pendapatan daerah Kota Palangka Raya pada Rancangan APBD 2019 dianggarkan Rp1,133 triliun lebih turun 3,83% dibandingkan dengan target tahun anggaran 2018 yang sebesar Rp1,179 triliun.

"Apa yang menjadi alasan mendasar pemerintah kota dalam hal ini, mengingat ini adalah periode tahun pertama Wali Kota Palangka Raya,  menjabat," tandasnya.

Selain itu sebagaimana yang tertuang dalam Rancangan APBD Kota Palangka Raya dimana belanja belanja tidak langsung Rp652,4 miliar lebih, sedangkan belanja langsung Rp507,7 miliar lebih dari rancangan struktur APBD tersebut maka sementara kita simpulkan APBD Kota Palangka Raya tahun anggaran masih jauh dari kata ideal mengingat belanja tidak langsung masih besar dibandingkan dengan belanja langsung.

--page

"Kami juga minta perhatian dan penjelasan dari Wali Kota Palangka Raya ini kemarin. Karena kan idealnya adalah Belanja Tidak langsung berkisar 60 persen : 40 persen, bahkan bila dimungkinkan APBD Kota Palangka Raya agar menjadi progresif sebagaimana jargon saudara waikota haru pada posisi BTL 70 persen dan BL di 30 persen," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)