BORNEONEWS, Sampit- Sebelum warung tahu Sumedang di Jalan Jenderal Sudirman, Km 4,5, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar, sempat terdengar suara ledakan dari dalam bangunan.
"Sebelumnya terdengar suara ledakkan yang keras dari dalam. Setelah diperiksa ternyata lemari pendingin meledak dan menimbulkan api," ungkap Atihan, penjaga malam di bangunan berukuran 18x22 meter persegi itu, Senin (5/11/2018).
Ledakkan itu muncul saat listrik sedang menyala. Sebelumnya, Kota Sampit mengalami pemadaman listrik dampak dari robohnya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt di Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya.
Melihat adanya api, Atihan dan warga setempat langsung mendobrak pintu bangunan yang berkonstruksi kayu.
Upaya pemadaman api dilakukan dengan alat seadanya. Namun api dengan cepat membesar dan membakar bagian atas bangunan. Atihan dan wargapun menghubungi pemadam kebakaran.
--page
Merasa tidak bisa lagi memadamkan api, Atihan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga miliknya yang berada di kediamannya, tepat di sebelah warung.
Sekitar 10 menit berselang, 4 unit armada Damkar datang dan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman dan pendinginan memakan waktu kurang lebih dua jam.
Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kotim, Rihel, mengatakan meski tidak memakan korban jiwa, kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
"Bangunannya sudah habis terbakar. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta. Kami belum bisa menyebutkan berapa nominalnya sebab masih dilakukan pendataan," ucap Rihel. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)








