BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Hj Darmawati merasa prihatin dengan kondisi pelayanan di PDAM Kotim. Bahkan mereka meminta agar persoalan PDAM ini diutarakan ke DPRD dalam waktu dekat.
"Termasuk salah satunya alasan macetnya berhari-hari suplai kepada pelanggan karena generator rusak," kata Darmawati, Senin (5/11/2018).
Bahkan, kata Darmawati jika memang memungkinkan di 2019 nanti, pengadaan mesin generator PDAM baru jika memang harus dilakukan. Apabila sudah ada mesin sendiri maka tingkat ketergantungan terhadap PLN itu bisa teratasi.
“Karena kalau PLN mati lagi suplai air ke pelanggan juga akan terhenti," ucapnnya saat di DPRD Kotim.
Itu menurutnya karena faktor ketergantungan. Maka dari itu ia dukung bersama dengan rekan kerjanya di DPRD Kotim agar PDAM ini bisa mandiri melalui pembelian generator listrik baru.
--page
Ia prihatin dengan kondisi layanan publik demikian, tetapi ia sudah ada berkomunikasi dengan pihak PDAM di mana itu terjadi karena ada kerusakan terkait generator mesin mereka, sehingga listriknya tidak bisa menyala untuk mesin pendorong air.
"Masalah demikian hendaknya disampaikan dan dipaparkan kepada kami supaya bisa bersikap," tegasnya.
Diungkapkan Darmawati, persoalan PDAM itu memang harus diatasi, kebutuhan air tidak bisa ditunda-tunda. Karena air merupakamn kebutuhan primer dalam kehidupan manusia.
Air adalah kebutuhan mendasar, dan pelayanan suplai air adalah pelayanan publik paling utama yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.(NACO/m)








