SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kotim, Jakatan tutup usia saat menjalankan tugas. Semasa hidupnya, Jakatan dikenal sebagai pejabat Kotim yang ramah dan amanah.

Perjalanan karir Jakatan memang cukup panjang. Dia pernah menyandang status sebagai tersangka dalam kasus korupsi dan dinyatakan bebas lantaran tak bersalah.

Jakatan sendiri sempat beberapa kali menduduki jabatan sebagai pimpinan di sejumlah SOPD. Mulai dari Kepala Dinas Perkebunan, Kadis Pertanian, Kadis Kelautan dan Perikanan, hingga Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Nama Jakatan sempat digadang-gadang sebagai calon kuat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim. Namun sayang saat lelang jabatan, dia memilih untuk tidak ikut dalam kontestasi itu.

Saat itu Jakatan pernah beralasan tidak mau ikut lelang jabatan Sekda lantaran jabatan itu dinilai cukup berat. Dia lebih merendahkan diri menyebut banyak yang lebih layak. Dan mengatakan, lebih menikmati jabatan yang diembannya saat itu.

--page

Perjalan karir Jakatan sempat tersandung, setelah dijadikan sebagai tersangka Kejaksaan Negeri Kotim atas kasus korupsi ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kotim.

Namun pengadilan membebaskannya karena dari fakta sidang dinilai tidak bersalah. Namun jaksa banding, hingga Jakatan dinyatakan bersalah di tingkat kasasi dan sempat dijebloskan ke Lapas Sampit.

Jakatan tidak puas, yang kemudian mengajukan Peninjauan Kembali. Hingga oleh Mahkamah Agung ia dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tindak pidana yang menjeratnya.

Jakatan pun menjalankan tugasnya seperti biasanya dan menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

"Saya cukup terkejut tadi. Tidak menyangka sama sekali," kata Sianto, pejabat di Dinas PUPR yang tak lain adik ipar almarhum.

--page

Bagi mereka Jakatan pribadi yang baik, bertanggung jawab dan pekerja keras. Bahkan dia termasuk sebagai kepala dinas yang cukup keras memperjuangkan program kegiatan di instansinya.

"Pak Jakatan Kadis yang baik, orangnya tidak pernah neko-neko, bahkan kami terus bersama membahas anggaran," kata Sekretaris Komisi II Alexius Esliter.

Bahkan rencananya Selasa (6/11/2018) hingga beberapa hari kedepan Komisi II akan membahas anggaran bersama instansinya itu, bahkan biasanya Jakatan selalu hadir. Dan RDP Senin (5/11/2018), menjadi kegiatan terakhir Jakatan bersama kalangan legislator.

"Sudah beberapa kali Pak Jakatan membawa berangkat ke Kaltim. Ia mengajak untuk mengurus kouta BBM di Pertamina Balikpapan. Karena di sana ada jatah BBM untuk petani. Beliau sangat peduli sekali," kata Wakil Ketua DPRD Kotim H Supriadi.

Bahkan keinginannya itu ia utarakan lagi saat RDP usai demo para sopir dan petani terkait masalah BBM. Hingga saat itu ia mengembuskan nafas terakhirnya ketika tengah mengusulkan berangkat ke Kaltim, untuk memerjuangkan kuota BBM untuk petani. (NACO/B-11)