JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berencana  mengakuisisi dua perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Timur dengan nilai transaksi akuisisi mencapai Rp1,35 triliun. 

Nilai transaksi ini mencapai 39% dari ekuitas DSNG sehingga merupakan transaksi material.

"Pertimbangan akuisisi ini adalah untuk rencana bisnis jangka panjang," kata Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta awal pekan ini.

Andrianto berharap akuisisi ini akan menciptakan sinergi operasional karena kebun yang diakuisisi juga berada di Kalimantan Timur.

"Pertimbangan DSNG dalam mengakuisisi suatu perusahaan adalah potensi kontribusi dari perusahaan, bukan hanya untuk jangka pendek tapi lebih ke arah jangka panjang. Meskipun kedua perusahaan target masih rugi, kondisi aset baik dan potensi ke depan baik untuk DSNG," papar dia.

--page

DSNG membeli 286.100 saham Bima Palma Nugraha senilai Rp1 triliun dan 63.600 saham Bima Agri Sawit senilai Rp348,4 miliar. Nilai akuisisi ini sudah termasuk utang afiliasi dan utang bank perusahaan.

Per 30 Juni 2018, Bima Palma Nugraha membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp50,19 miliar. Total liabilitasnya mencapai Rp868,32 miliar. 

Demikian pula dengan Bima Agri Sawit yang mencatat kerugian sebesar Rp13,61 miliar per 30 Juni 2018. Total kewajibannya mencapai Rp657,09 miliar, bahkan ekuitasnya masih tercatat negatif sebesar Rp120,42 miliar.

Namun sebelum akusisi ini resmi, DSNG perlu menunggu persetujuan para pemegang saham. Emiten sektor perkebunan ini akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 10 Desember.

Jika resmi diakusisi, maka akan berkontribusi untuk kinerja DSNG secara langsung karena kedua perusahaan tersebut telah mampu menghasilkan CPO. 

--page

"Kontribusi akan masuk konsolidasian DSNG begitu proses akuisisi final terjadi," tutur Andrianto. (NEDELYA RAMADHANI/m)