SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menegaskan kepada jajaran PDAM Dharma Tirta Sampit, agar permasalahan macetnya suplai air ke masyarakat jangan terulang kembali. 

Handoyo secara pribadi sangat kecewa dengan PDAM, kejadian macetnya air itu memang membuat gejolak yang luar biasa di masyarakat. 

"Coba saja kejadian itu bertambah 2-3 hari lihat reaksi publik kepada PDAM, “kata  Handoyo, Selasa (6/11/2018).

Menurutnya, kondisi pelayanan PDAM yang buruk tersebut membuat masyarakat jadi korbannya. Seharusnya PDAM paham untuk memenuhi kewajibannya sebagai penyuplai air kepada  sambungabn rumah tangga. 

"PDAM tidak hanya gencar menagih  uang bulanan kepada pelanggan namun secara kualitas pelayanan jauh dari harapan kita selama ini," tukasnya.

--page

Kata Handoyo PDAM hendaknya berinisiatif dan memiliki gerakan cepat untuk mengantisipasi kejadian itu agar tidak terjadi dikemudian hari.

Menurut dia PDAM adalah BUMD milik daerah, sedikit banyak itu salah satu rohnya adalah  layanan public yang mendasar dan wajib dipenuhi oleh mereka, sebab di PDAM ini ada penyertaan modal dari APBD Kotim. 

"Air adalah kebutuhan masyarakat tidak elok apabila kebutuhan air ini dikesampingkan ditengah kondisi penduduk yang padat sekarang. Air itu posisinya adalah kebutuhan primer. Coba saja satu minggu hidup tanpa air, gejolak mayarakat ini sangat luar biasa," pungkasnya. (NACO/B-5)