BORNEONEWS, Kuala Kapuas- Perubahan layanan kefarmasian dari semula yang berorientasi obat menjadi berorientasi pasien, mengacu pada Pharmaceutical Care.
Tujuannya tentu untuk kesehatan dan keselamatan pasien. Oleh sebab itu, pengelola obat di puskesmas dituntut terus meningkatkan pengetahuan.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Apendi saat pertemuan dengan pengelola obat di puskesmas, Selasa (6/11/2018).
Apendi mengungkapkan, peningkatan pengetahuan sangat penting dalam menghadapi perubahan paradigma pelayanan kefarmasian tersebut.
"Tidak hanya pengetahuan, pengelola obat di puskesmas juga dituntut untuk meningkatkan keterampilan, komunikasi, dan perilaku agar dapat berinteraksi langsung dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya," tutur dia.
--page
Lebih lanjut, Apendi menyatakan, semua itu dilakukan untuk menyesuaikan perubahan kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komprehensif.
"Yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup daripada pasien."
Selain itu, ia juga meminta para apoteker menjalankan standar pelayanan kefarmasian di apotek puskesmas. "Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan dalam proses pelayanan," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-3)








