PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Volume angkutan sampah dari tempat pembuangan sampah (TPS) menuju tempat pemprosesan akhir (TPA) di Jalan Tjilik Riwut Km 14, Palangka Raya mencapai 400 meter kubik perhari.

Angka ini semakin membuat luasan lahan di TPA itu semakin tipis. Apalagi, dari 10 hektare yang ada, 7 hektare di antaranya telah dipergunakan.

"Jumlah itu estimasi berdasarkan catatan petugas kami yakni truk yang masuk ke TPA," kata Plt Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman kota Palangka Raya, Imbang Triatmaji, Rabu (7/11/2018).

"Baik itu truk angkutan milik pemerintah kota maupun dari swasta dan lembaga lainnya yang mengangkut sendiri," imbuhnya.

Ia menuturkan, pihaknya belum memiliki berapa maksimal volume sampah yang bisa diangkut setiap harinya. Untuk total armada, ia menyebut ada 21 unit. Namun, jumlah tersebut masih kurang seiring perkembangan penduduk di Kota Cantik.

--page

"Kalau ditambah 12 lagi saya pikir cukup. Mungkin 2019 akan kita ajukan," ungkapnya.

Terkait kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, Imbang menyebut sudah cukup baik. Ini setelah pihaknya menjalankan peraturan daerah terkait waktu pembuangan sampah ke TPS.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada yang diamankan gara-gara membuang sampah di luar dari jam yang telah ditentukan. Ia berharap, kesadaran tersebut terus di jaga demi kebersihan bersama. (BUDI YULIANTO/B-5)