SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meski cuaca di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilanda hujan. Namun tidak menyurutkan ratusan masyarakat untuk menyaksikan pembukaan Mandi Safar yang dipusatkan di Ikon Kota Patung Jelawat, Rabu (7/11/2018) siang. 

Masyarakat sendiri memadati ikon kota untuk menyaksikan rangkaian pembukaan kegiatan tahunan tersebut yang dipimpin Bupati Kotim Supian Hadi. 

Dalam rangkaian kegiatan itu, masyarakat disuguhkan dengan sejumlah tarian tradisional juga prosesi Mandi Safar, baik itu merajah daun sawang, dan pemberian daun sawang yang dirajah kepada sejumlah perwakilan masyarakat yang akan melakukan Mandi Safar di Sungai Mentaya. 

Sementara itu para masyarakat yang datang mereka rela bekehujanan untuk menyaksikan prosesi Mandi Safar tersebut. Hal itu dilakukan karena ada sejumlah sajian yang menarik untuk dilihat. 

Prosesi Mandi Safar sendiri dilakukan di penghujung hari Rabu terakhir bulan Safar. Hal itu dilakukan untuk berdoa kepada yang maha kuasa agar terhindar dari bala bencana. 

--page

"Saya berharap melalui acara budaya Mandi Safar ini bisa menjadikan persatuan bagi masyarakat Kotim," kata Bupati Kotim Supian Hadi. 

Saat ini pelaksanaan prosesi Mandi Safar masih berlangsung. Yang mana nantinya akan dilakukan acara puncak yakni menceburkan diri ke Sungai Mentaya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)