PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Diiringi tepuk tangan dari para petani dan undangan saat Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah beserta Suaminya H.M Ruslan AS melakukan panen buah naga di kebun kelompok tani (poktan) Margotani RT 4, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Rabu (7/11/2018).

Kegiatan panen buah naga yang dirangkaikan dengan syukuran ini merupakan wujud kegembiraan atas kesuksesan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kobar melakukan pembinaan terhadap kelompok tani  tersebut.

Di hadapan para petani dan undangan yang hadir Bupati  mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas TPHP dan Poktan tersebut.

"Khususnya  kepada Pak Syafii pemilik kebun buah naga bersama kelompok tani  Margotani. Karena mereka sukses mengembangkan 2.500 tanaman buah naga di lahan seluas 3 hektar ini," jelas Bupati.

Keberhasilan ini, lanjut Bupati, diharapkan bisa menginspirasi masyarakat bahwa ada komiditas lain yang berpotensi menjadi komoditi andalan Kabupaten Kobar. 

--page

"Selama ini sebagian besar masyarakat hanya mengetahui bahwa sawit dan karet yang menjadi  komoditi andalan Kobar. Padahal ada komoditas lain yang berpotensi serupa yaitu produk holtikultura diantaranya adalah buah naga," jelas Bupati. 

Bupati berharap, nantinya komoditi buah naga ini  bisa lebih dikembangkan dengan kuantitas yang lebih banyak lagi di Kobar. 

"Meskipun saat ini sudah mulai banyak warga yang menanam buah naga di pekarangannya. Bila semakin banyak warga yang memgembangkan perkebunan buah  naga seperti Pak Syafii tentunya semakin banyak masyarakat yang berbisnis buah naga bukan tidak mungkin hasilnya bisa menjadi salah satu komoditi unggulan di Kobar," 

Untuk itulah, lanjut Bupati, ia meminta dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan dan pengarahan pada para petani, agat  bisa menghasilkan produk pertanian yang bagus  dalam berkebun buah naga atau tanaman lainnya.

"Karena berdasarkan informaai yang saya dapatkan, kondisi tanah di Kabupaten  Kobar sangat cocok untuk ditanami buah naga. Sehingga tidak perlu perawatan ekstra, otomatis buah naga akan berkembang dengan baik. Lantaran kondisi tanah dan dianggap sudah baik, kenapa kita tidak mengambil kesempatan ini," ujar Bupati.

--page

Ditempat yang sama, pemilik kebun buah naga yaitu Syafii petani bunmengatakan dirinya  sudah dua tahun terakhir ini melakukan pengembangan tanaman buah naga dilahan perkebunan miliknya.  

"Karena harga jual buah naga sangat bagus dan panennya tidak mengenal musim atau terus menerus. Saat ini harga jualnya Rp18 ribu-Rp20 ribu per kg bila pembeli jika langsung ambil sendiri ke kebun kami. Biasanya para penjual di pasar yang ke sini langsung dan buah langsung kita petikkan. Sedangkan harga jualnya bisa mencapai Rp30ribu an di luar," ujar Syafii.(YD/m)