LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kecamatan Bulik mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau membangun sarana dan prasarana pendidikan berupa Sekolah Satu Atap (Satap) di Desa Bunut, kecamatan Bulik.

Hal itu seperti diungkapkan Camat Bulik Syaifudin Zuhri saat dikonfirmasi Rabu (7/11/2018).

Pria yang akrab disapa Iput itu menyebutkan, usulan pembangunan sarana pendidikan seperti halnya sekolah Satap di desa Bunut itu merupakan keinginan warga masyarakat dari dua desa yakni Desa Bunut dan Desa Sungai Mentawa. Hal itu didasarkan pada jauhnya akses. pendidikan yang ada saat ini.

"Selama ini anak-anak dari dua desa (Bunut dan Sungai Mentawa) khususnya yang mengampu pendidikan SLTP dan SLTA harus sekolah ke luar desa, dan kebanyakan ke kota (Nanga Bulik). Sementara, seperti kita tahu akses menuju kota sangat jauh, ditambah medan jalan sangat sulit dalam kondisi cuaca apapun," katanya.

Jika cuaca kemarau, jelas Iput, kondisi jalanan Bunut-Nanga Bulik yang jaraknya sekitar 6 km itu sagat berdebu, sedangkan jika musim penghujan seperti sekarang ini kondisi jalanan sangat licin. Sehingga tak sedikit anak-anak yang akan bersekolah itu justru harus kembali lagi karena kendaraan yang mengantar mereka itu terjatuh. 

"Selain itu, orang tua yang saat ini anaknya bersekolah di kota itu juga banyak yang merasa waswas dan bingung, pasalnya jika anak-anaknya difasilitasi kendaraan bermotor dan dibawa sendiri,  mereka belum cukup umur dan tak jarang justru kena tilang. Sedangkan jika diantar-jemput tiap haripun cukup jadi beban bagi keluarganya," turur dia. 

Keluhan sekaligus usulan Camat Bulik itu juga menjadi salah satu atensi khusus dari pihak Kecamatan Bulik ketika Bupati dan Wakil Bupati Lamandau H Hendra Lesmana-Riko Porwanto melaksanakan kunjungan kerja di Desa Bunut, Senin (5/11/2018) lalu. (HENDI NURFALAH/m)