PALANGKA RAYA –

BORBEONEWS, Palangka Raya - Pajak Bahan Bakar Minyak (BMM) menjadi faktor penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Hingga saat ini PAD kita sudah hampir mencapai 94 persen dengan nilai Rp 1.85 miliar, kita akan berupaya agar angka terus meningkat hingga melalpaui target," ujarnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kalteng Kaspinor, Kamis (8/11/2018).

"Angka tersebut didapat dari hasil pajak BMM sebagai penyumbang PAD terbesar hingga saat ini," lanjutnya.

Dia menjelaskan, PAD dari pajak BMM sudah melapaui target, yaitu sekitar 108 persen dan penyumbang PAD terkecil berasal dari pajak air permukaan.

Kedepan, Kaspinor menyebut pihaknya akab menggali potensi pajak BBM dengan mejalin koordinasi dengan pihak perusahaan yang memakai jasa BBM dan motor di Kalteng. (GAZALI/m)