KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Digelarnya Focus Group Discussion (FGD) oleh Polres Kapuas bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kapuas dan menghadirkan narasumber dari kalangan tokoh agama lintas sektor, Kamis (8/11/2018).

Adapun di dalam diskusi tersebut terdapat sejumlah hal yang disampaikan narasumber, seperti H Taufiqurahman selaku tokoh agama Islam mengatakan berkaitan dengan jika adanya masalah umat bergama hingga paham radikal maka Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) adalah wadah atau tempat yang menangani kegiatan tersebut.

"Wilayah Kabupaten Kapuas saat ini masih tidak ditemukan adanya kelompok dengan aliran garis keras yang lebih di kenal sebagai paham radikal, karena kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Kapuas sudah menyatu dengan baik dan tidak adanya saling mencela antar umat beragama," ucap Taufiq dalm diskusi.

Lebih lanjut terkait dengan tingkat Potensi kerawanan di Kabupaten Kapuas menurut dia adalah kegiatan politik.

"Namun potensi tersebut merupakan potensi musiman yang di mana saat kegiatan politik tersebut selesai maka selesai juga potensi konflik tersebut," bebernya.

Sementara itu pendeta Satriadi selaku Tokoh Agama Nasrani Kapuas menyampaikan rasa syukur pemerintah menyediakan wadah atau tempat di FKUB yang menampung dan membawahi seluruh umat beragama di Kapuas, sehingga seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Kapuas menjadi rukun, sehingga paham radikal sulit masuk.

"Kunci kerukunan yang ada di Kabupaten Kapuas tidak lepas dari ajaran para ulama dan pemuka Agama yang ada di Kapuas yang mengajarkan kerukunan antar umat beragama," bebernya.

Untuk itulah dirinya berharap situasi yang saat ini sudah baik di Kapuaten Kapuas dapat bertahan sampai nanti.

"Sehingga suasanya yang kondusif ini terus bertahan dan nyaman bagi masyarakat Kapuas," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)