BORNEONEWS, Palangka Raya- Tabung gas elpiji 3 kg di Kota Palangka Raya sering kali langka. Hal ini diakui pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya.
Kabid Perdagangan Disperindag Palangka Raya, Henry Saiful, mengatakan bahwa warga sering mengeluh karena kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di pangkalan.
Kekosongan di pangkalan diduga terjadi lantaran gas subsidi tersebut dijual langsung ke pengecer.
"Harusnya di pangkalan itu ada stoknya. Itu juga seharusnya dijual untuk masyarakat di lingkungan pangkalan saja. Tidak ke pengecer," ucap Saiful, Kamis (8/11/2018).
Di sisi lain, lanjut dia, ada pemilik pangkalan yang menyebutkan bahwa kekosongan elpiji disebabkan belum ada kiriman dari agen.
--page
"Padahal sudah dari agen dan langsung didrop ke pengecer. Kemudian, ada sebagian agen diduga membawa ke luar daerah," ungkapnya.
Saiful menyebutkan, dalam hal pengawasan, pihaknya tidak bisa maksimal karena terkendala anggaran.
"Solusinya silakan masyarakat melapor ke polisi kalau mengetahui (adanya permainan)," pinta dia. (BUDI YULIANTO/B-3)








