BORNEONEWS, Sampit - Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kotawaringin Timur sudah memasuki babak akhir. Namun tiba-tiba pembahasan akhir itu ditunda.
Anggota Banggar DPRD Kotim Dadang H Syamsu, Jumat (9/11/2018) mengatakan penundaan itu karena tidak jelasnya masalah Akper sehingga rapat kompilasi dibatalkan.
"Untuk rapat kompilasi anggaran hari ini, sebenarnya yang lain semua sudah selesai sisa Akper ini yang membuat jadwal jadi berantakan sehingga harus dijadwalkan ulang," kata Dadang.
Kata dia, Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) batal menggelar rapat kompilasi anggaran. Kompilasi itu adalah finalisasi untuk menentukan anggaran yang masih bisa digeser untuk menutupi kekurangan di sejumlah SOPD.
Dadang mngungkapkan, hingga saat ini status Akper itu memang tidak jelas. Di satu sisi, pemerintah masih menginginkan kampus itu tetap berdiri dan berjalan seperti biasanya. Namun, di lain sisi pemerintah dibatasi kewenangannya untuk mengelola.
--page
Terkait bagaimana cara menyiasatinya, kata Dadang, saat ini tengah dipikirkan di tingkat eksekutif. Ketika nantinya memang sudah ada solusi dan tidak melanggar hukum, maka akan kembali di bahas di tingkat lembaga DPRD Kotim. (NACO/B-2)








