SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsi menegaskan masih ada waktu untuk mencari solusi Akademi Keperawatan Kabupaten Kotim.

“Saat ini untuk urusan itu kami kembalikan ke eksekutif, kalau nanti memang ada jalan bisa dianggarkan akan dibahas kembali di lembaga ini," kata Dadang, Jumat (9/11/2018).

Dalam hal ini, kata dia, penegasannya jalan yang dimaksud tidak melanggar aturan dan berdampak hukum di kemudian hari jika nantinya dianggarkan melalui APBD Kotim.

Dadang menjelaskan, penundaaan kompilasi anggaran itu diperkirakan hingga 19 November 2018 mendatang setelah rencananya dilaksanakan Jumat sore.

"Ada waktu sekitar 10 hari ke depan untuk mencari solusi penganggaran untuk kampus yang selama ini dibiayai oleh pemerintah ini," kata Dadang.

--page

Namun, kata dia, jika tidak ada solusi pihaknya tentu tidak berani menganggarkan. Khwatir di kemudian hari jadi masalah. Kondisi ini tentu akan menentukan nasib sisa dua angkatan mahasiswa di kampus tersebut.

"Kalau kita tentu berharap ada solusi terbaik agar jelas nasib Akper ini," pungkas Ketua Bapemperda ini. (NACO/B-2)