BORNEONEWS, Puruk Cahu - Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanpolinmas) Murung Raya (Mura) menilai sejumlah kecamatan di pedalaman di kabupaten ini belum siap melaksanakan Pemilu 2019.
Ketidaksiapan tersebut menyangkut bertambahnya jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Mura pada Pemilu 2019 mendatang, sedangkan terkait dengan penambahan personel dan anggaran masih belum ada kejelasan.
“Saat ini jumlah TPS ditetapkan sebanyak 335, jauh bertambah dibanding Pilkada 2018. Ini tentu konsekuensinya adalah bertambahnya jumlah petugas TPS dan juga terkait bertambahnya anggaran, sedangkan saat ini hal itu belum ada kejelasan,” tutur Kepala Kesbangpolinmas Mura, Abed Nego saat memberikan paparan Media Gathering Bawaslu, belum lama tadi.
Kondisi tersebut merupakan hasil pemantauan dan koordinasi Kesbangpol ke beberapa kecamatan terkait dengan kesiapan Pilkada dan itu rata-rata menjadi keluhan petugas di kecamatan.
Memang, katanya, waktu persiapan masih lama, namun jika masalah ini tidak ada solusi dan berlarut-larut maka akan menjadi kendala besar pada pelaksanaan Pemilu 2019.
--page
Ada dua kecamatan yang dianggap daerah rawan, yaitu Kecamatan Uut Murung dan Kecamatan Seribu Riam, yang lokasinya sangat jauh dan akses ke dua kecamatan tersebut sangat sulit dijangkau, khususnya desa-desanya.
“Kerawanannya adalah terkait distribusi logistik, semua sangat tergantung cuaca, kalau cuaca buruk ya tentu penyaluran logistik Pemilu akan terhambat, sehingga perlu ada penerapan khusus terhadap dua kecamatan tersebut,” tuturnya. (TRISNO/B-5)








